Oki Setiawan

Oki Setiawan
Senja hari

Senin, 09 Januari 2012

Rinduku Usai Sudah

Ingatkah kau kasih
Saat hujan lebat itu
Kau sandarkan tubuhmu
Mendekap erat di jantungku
Menggetarkan setiap relung jiwaku

Saat gubuk tua itu
menjadi pelindung raga dua insan
Perlahan kubelai rambut basahmu
Menambah indahnya suasana biru
dan pematang menjadi saksi bisu

Akh,
Aku terbuai
Terlena bersama air langit
Mengguyur raga kita

Masih ingatkah kau, kasih
Ketika jemarimu tak sadar menggenggam jemariku
dan kurasakan darah ini mengaliri ubun-ubunku
dan lagi aku terlena

Erat pelukmu
Hangatkan tubuh kaku ini
dan kau tak menyadari
telah menambah luka jantungku
Terngiang kata terlontar dari bibir indahmu
dan aku terjatuh
menyisakan luka di kalbu

Desember kelabu
bukan sebuah judul lagu
apa lagi nyanyian sendu
yang kurasa hanya pilu
pilu yang merasuk dalam kalbu
Rinduku padamu kini telah luruh
Terkikis lautan biru
Setahun berlalu
Masih ingatkah kau padaku?



Pematang Siantar, November 2010
Almaliki Kosasih

Rubi, Sang Merah Merona

Acap kali kau bertanya;
Rindukah kau padaku?
Ingatkah kau padaku?
Membuat jantungku berdegup kencang
Inginku selalu bersamamu
Melalui hari-hari indah nan syahdu

Rubiku, warna merona di balik mega
Terpancar indah di khatulistiwa
Batu permata nan mempesona

Kau pancarkan rasa
Rasa yang belum pernah ada
Terikrar panji-panji setia
Agar kita selalu bersama