Ingatkah kau kasih
Saat hujan lebat itu
Kau sandarkan tubuhmu
Mendekap erat di jantungku
Menggetarkan setiap relung jiwaku
Saat gubuk tua itu
menjadi pelindung raga dua insan
Perlahan kubelai rambut basahmu
Menambah indahnya suasana biru
dan pematang menjadi saksi bisu
Akh,
Aku terbuai
Terlena bersama air langit
Mengguyur raga kita
Masih ingatkah kau, kasih
Ketika jemarimu tak sadar menggenggam jemariku
dan kurasakan darah ini mengaliri ubun-ubunku
dan lagi aku terlena
Erat pelukmu
Hangatkan tubuh kaku ini
dan kau tak menyadari
telah menambah luka jantungku
Terngiang kata terlontar dari bibir indahmu
dan aku terjatuh
menyisakan luka di kalbu
Desember kelabu
bukan sebuah judul lagu
apa lagi nyanyian sendu
yang kurasa hanya pilu
pilu yang merasuk dalam kalbu
Rinduku padamu kini telah luruh
Terkikis lautan biru
Setahun berlalu
Masih ingatkah kau padaku?
Pematang Siantar, November 2010
Almaliki Kosasih
Senin, 09 Januari 2012
Rubi, Sang Merah Merona
Acap kali kau bertanya;
Rindukah kau padaku?
Ingatkah kau padaku?
Membuat jantungku berdegup kencang
Inginku selalu bersamamu
Melalui hari-hari indah nan syahdu
Rubiku, warna merona di balik mega
Terpancar indah di khatulistiwa
Batu permata nan mempesona
Kau pancarkan rasa
Rasa yang belum pernah ada
Terikrar panji-panji setia
Agar kita selalu bersama
Rindukah kau padaku?
Ingatkah kau padaku?
Membuat jantungku berdegup kencang
Inginku selalu bersamamu
Melalui hari-hari indah nan syahdu
Rubiku, warna merona di balik mega
Terpancar indah di khatulistiwa
Batu permata nan mempesona
Kau pancarkan rasa
Rasa yang belum pernah ada
Terikrar panji-panji setia
Agar kita selalu bersama
Langganan:
Komentar (Atom)