Oki Setiawan

Oki Setiawan
Senja hari

Sabtu, 12 November 2011

Sebuah Kisah, Kawan


Kawan, pasti kalian belum pernah mendengar bahkan membaca kisah ini.Ya, karena kisah ini hanya ada di dunia antah-berantah.

Begini kisahnya.

  Seperti biasa, seekor elang terbang mengitar di antara rimbunnya hutan savana. Elang yang selalu mencari hewan apa saja yang mampu diburunya. Lelah menmengitari luasnya hutan, sang elang mencoba beristirahat di sebuah pohon ciberut yang telah gugur daunnya. Namun, karena begitu lelah dan letihnya ia seharian terbang tak mendapatkan mangsa, akhirnya ia tertidur pulas. Sayang, ia terjatuh dari atas pohon ciberut. Dan terhempas jatuh diantara bebatuan. Sayap dan kakinya patah.

  Sang elang tak sadarkan diri. Ia tak tahu apa lagi yang terjadi pada dirinya. Hingga akhirnya ia menemukan dirinya terlilit oleh ular derik. Sang elang tekejut dan panik. Ia pasrah terhadap situasi yang menimpanya.

  "Tenang saja, aku tidak akan memangsamu." Sang ular mencoba menenangkannya.

"Kaki dan sayapmu patah akibat terbentur bebatuan ini saat kau terjatuh." Sambungnya.

"Jadi mengapa kau melilitku?" Tanya sang elang.
  "Aku hanya berusaha agar kau tak banyak bergerak, dan aku berusaha untuk mengembalikan tulang-tulangmu pada posisinya." Jawab sang ular.
  "Istirahatlah beberapa hari. Mungkin sayap dan kakimu dapat sembuh." pinta sang ular.

Empat hari berlalu. Akhirnya sang ular melepaskan lilitannya dari sayap dan kaki sang elang. Namun apa yang terjadi setelah itu. Sang elang tampaknya sudah berhari-hari tak mendapatkan makanan. Melihat sang ular lengah, sang elang tak berpikir panjang. Dengan kalap dan buta mata sang elang mencengkram balik sang ular. Spontan sang ular merasa ada yang salah dan tidak wajar dengan sikap sang elang.

Sang ular berusaha memberontak. Namun usahanya sia-sia. Ia dibawa terbang ke angkasa oleh sang elang. Sampai pada ketinggian seratus empat puluh empat meter tiba-tiba cengkraman sang elang merenggang. Sontak sang ular terlepas dari cengkraman sang elang dan terhempas jatuh ke bumi. Tak sampai di situ, sang elang menghampirinya kembali. Melihat sang ular masih bergerak, sang elang pun kembali membawanya terbang. Lalu dihempaskannya kembali hinga berulang-ulang. Seluruh organ tubuhnya remuk tak berdaya. Sang ular meregang nyawa hingga akhirnya mati.Sang elang menghampiri ular tersebut dan mencabik-cabuk tubuh sang ular.

Dengan paruhnya yang tajam, sang elang merobek kulit hingga memisahkan daging dengan tulang sang ular. Begitu lahapnya ia memvonis sang ular hingga menyisakan tulang-tulang yang masih berdarah. Sang elang pun kembali menembus cakrawala mencari mangsa yang lain.  Ya, di sinilah kawan nasib sang ular. Tragis memang. Namun apa dikata. Begitulah rantai makanan hidup mereka. Hidup bagi segelintir makhluk ciptaan Tuhan.






Nb.Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata seorang sahabat yang begitu terluka hatinya menyaksikan sikap sahabatnya tersebut. Semoga kawan dapat mengambil intisari dari kisah tersebut. Apa pun yang kawan pikirkan, itu hak yang kawan berikan dari kisah ini.


                                                                                                               Beriozka, 12-11-11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar