Oki Setiawan

Oki Setiawan
Senja hari

Kamis, 20 Oktober 2011

Dua Pertiga Malam

Fajar belum menyingsing
Ayam masih nyaman
bertengger di ranting akasia mungil
Yang kudengar masih longlongan anjing buluk yang terseok

Dengan pengki di kiri
Erat menggenggam sapu lidi
pada tangan kananmu
Kau mulai menyusuri jalan arteri kota
yang masih sunyi

Beberapa sedan mengkilap
berseliweran
Lalu hilang tertelan kabut
Entah dari mana tuan pemiliknya
Mungkin menghabiskan malam di bar-bar
Mungkin saja merencanakan pemecatan
Buruh mereka yang tak berdaya

Hanya daun gugur
dan debu jalanan
setia menemanimu
Sampai-sampai tetesan embun miris
melihat tubuh ringkihmu

                                                                   Medan, 19 Oktober 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar