Ayam masih nyaman
bertengger di ranting akasia mungil
Yang kudengar masih longlongan anjing buluk yang terseok
Dengan pengki di kiri
Erat menggenggam sapu lidi
pada tangan kananmu
Kau mulai menyusuri jalan arteri kota
yang masih sunyi
Beberapa sedan mengkilap
berseliweran
Lalu hilang tertelan kabut
Entah dari mana tuan pemiliknya
Mungkin menghabiskan malam di bar-bar
Mungkin saja merencanakan pemecatan
Buruh mereka yang tak berdaya
Hanya daun gugur
dan debu jalanan
setia menemanimu
Sampai-sampai tetesan embun miris
melihat tubuh ringkihmu
Medan, 19 Oktober 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar