Lamunku
menggantungkanku pada dahan kering yang lapuk termakan usia. Berdiri berjajar
dengan ranting berduri dengan ujung jarum yang tak pernah tumpul oleh alunan
jangkrik.
Bukankah
kita pernah merajut benang-benang sutra yang pernah kita curi dari ulat pemakan
murbei? Atau kah kita kita hanya menghayal kala embun menyelimuti dedaunan yang mulai mongering terpanggang sang surya?
Bukan
rayuan sebenarnya yang kulontarkan padamu, atau bahkan pujian yang tersirat
saat bumi mengering.
Rayumu
sempat melambungkan imajiku
Katamu
menenggelamkanku dalam palung samudera
Dan
Aku tersentak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar