Oki Setiawan

Oki Setiawan
Senja hari

Jumat, 07 Oktober 2011

Liang

Lamunku menggantungkanku pada dahan kering yang lapuk termakan usia. Berdiri berjajar dengan ranting berduri dengan ujung jarum yang tak pernah tumpul oleh alunan jangkrik.

Bukankah kita pernah merajut benang-benang sutra yang pernah kita curi dari ulat pemakan murbei? Atau kah kita kita hanya menghayal kala embun menyelimuti dedaunan  yang mulai mongering terpanggang sang surya?

Bukan rayuan sebenarnya yang kulontarkan padamu, atau bahkan pujian yang tersirat saat bumi mengering.

Rayumu sempat melambungkan imajiku
Katamu menenggelamkanku dalam palung samudera
Dan Aku tersentak

Bara api membakar pikirku yang menyadarkan embrio-embrio organ vitalku untuk segera bangkit, dan mengejar semua keterasinganku yang sempat terbawa dalam kereta senja kala itu Ya, kebangkitanku dalam liang keheningan menjadikanku orang tanpa rasa lelah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar