Tik…
Tik…
Sebuah
baja menembus pembungkus raga
Menyatu
dalam selang-selang permainan dunia
Tubuh
kaku terbujur di antara susunan dipan
Menerawang
menembus langit-langit istana
Jiwa
tak mampu lagi bersarang
Titian
nadi tak mampu menghalang
Hanya
cucur-deraian air mata yang mampu mengikhlaskan
Pintaku
padaNYA,
Izinkan
Aku bertemu mereka bahagia dalam Raudhatul Jannah
Kamar
Sastra, 13 Mei, 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar